Kamis, 21 Desember 2017
AKU
Aku sadar, telah menjadi kelemahanmu
Jalanku, seharusnya tak pernah bersamamu
Memberimu, harapan yang takkan dapat kugenapi
Aku sadar, maafku tak berperi tak jua mengubah keadaan
Jalanku, tak lagi terhubung padamu
kendatipun kujalani sepenuhnya dengan menasbihkan namamu selayaknya doa
Apa mencinta bisa membunuh?
Jika begitu, aku mungkin takkan hidup lebih lama lagi
Karena bersama denganmu, deru napasku telah kau bawa pergi
Jumat, 15 Desember 2017
Kau Datang dan Pergi (Lagi)
Kau datang.
Jelas itu bukan pertanyaan, karena aku tahu kau akan selalu datang
Kau tahu aku takkan bisa pergi
Tidak, sampai kau sendiri yang mengusirku darimu
Dan kau seharusnya tahu, aku tidak akan bisa melakukannya
Tidak, setidaknya untuk saat ini
Berapa banyak lagi, aku akan menjadi alasan sakitmu
Berapa lama lagi, aku akan menghalangi bahagiamu
Aku rindu senyummu
Bukankah aku selalu tersenyum setiap kali kau datang
Seperti yang sekarang sedang kulakukan
Bukan senyum yang seperti itu
Penuh luka dan keputusasaan
Aku rindu senyummu yang menguatkanku
Yang hampir pasti dan selalu memberiku alasan hidup
Yang memenuhi hidupku dengan pengharapan akan kebahagiaan
Yang pernah dan selalu jadi satu-satunya hal yang kumiliki darimu
Sebanyak itu yang kau minta?
Lalu apa imbalan untukku?
Apa kita sedang berbisnis?
Apa hati kita meminta syarat?
Tidak
Sebanyak hal yang kau minta, aku hanya minta satu hal
Tetaplah berdiri di sampingku
Bahkan sekalipun tanpa bicara atau melihatku
Aku hanya butuh melihatmu
Meyakini sepenuhnya bahwa aku berdiri dibawah langit yang sama, dimana kau juga ada disana
Aku tak bisa
Aku tahu, jadi?
Apa hanya dengan cara ini kita bisa berdamai?
Kita tidak sedang berperang, meskipun sakit dan payahnya lebih dari sekedar mengangkat senjata untuk musuh
Apa aku masih memiliki hatimu?
Entahlah, aku saja ragu, aku masih punya hati
Kamis, 26 Oktober 2017
BUNGA
DARAH GANDHIWA
Kau lihat senar Gandhiwaku putus?
Itu akan kembali seperti semula
Tapi bagaimana dengan hatiku?
Bagaimana dengan darah yang mengalir dan menenggelamkanku?
Bagaimana dengan air mata yang menganaksungai namun tak sanggup membasuh dosaku?
Sungguh, kau membunuhku dengan kematianmu
Itu akan kembali seperti semula
Tapi bagaimana dengan hatiku?
Bagaimana dengan darah yang mengalir dan menenggelamkanku?
Bagaimana dengan air mata yang menganaksungai namun tak sanggup membasuh dosaku?
Sungguh, kau membunuhku dengan kematianmu
DI UJUNG GANDHIWA
Hari ketika kau berdiri dengan kobaran semangat mengangkat Gandhiwa
Busurku bergetar sekeras deru jantungku
Bukan untuk rasa takut
Karena baik kau ataupun aku
Kita berdua lahir tanpanya
Raja Taksaka akan ada di salah satu anak panah yang kulesatkan untukmu
Tapi racunnya telah menjalari tubuhku dengan sepenuhnya rasa sakit
Minggu, 22 Oktober 2017
PENGHUJUNG RASA
Seperti di penghujung rasa sakit,
Akankah aku mengalah tepat ketika janji kesembuhan diberikan?
Atau bahkan jika akhirnya hanya kekalahan yang kuterima
Aku menolak menyerah, meski hatiku lelah
Karena sakit ini tak sebanding dengan luka yang telah kugenapi selama ini
Dan biarlah rasa sakit ini semakin melengkapi anugerah hidupku
Hidupku yang berlalu kini tanpamu
Berharap, di penghujung hari, janji kesembuhan itu datang bersama hati penggantimu
---Sometime I Miss You Very Much, Candu--
Senin, 18 September 2017
LIKE CANDU
Seperti aku suka senyummu,biarlah ketidakberuntungan ini kubawa sebagai hadiahku
Maaf, jika harus menjaga jarak darimu
Kau jelas tak terpengaruh, tapi hidupku tergantung pada bagaimana aku menata hatiku
Aku selalu menangis, saat dimana aku sadar kau begitu dekat denganku tapi aku harus menjauh
Karena aku tahu, hanya dengan cara itu aku akan menjagamu
Menjagamu dari rasa bersalah, atau ketakutan. Sedangkan aku jelas, hanya akan mengakhirinya dengan tangis dan tawa hambar
Candu, semua orang bosan mendengar keluhku akan dirimu
Beberapa mengatakan aku bodoh
Sebagian menganggap aku menuai kebodohan itu
Salahkanlah hidupku, karena tak memberiku keberanian
Salahkanlah hatiku, karena tercipta dari rasa takut
Salahkan juga dunia tempatku hidup dan dibesarkan, karena telah memberiku masa lalu yang bahkan tak sanggup kubagi pada diriku sendiri
Aku ingin memgingkarinya, meski hidup dengan karma darinya.
Langganan:
Postingan (Atom)






