Kamis, 21 November 2013

Desa Rengel, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban

DATA DESA
v  Nama Desa      : Desa Rengel, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban
v  Perangkat Desa:
o   Kades                          : Mohamad Mokhtar
o   Sekdes                         : Drs H. Ali Hamka
o   Kaur Um-Pem             : Widarsono
o   Kaur Ek-Keu               : Dwi Sepsono Priyanto
o   Kaur PPM                   : Kasmani
o   Kasi  Pert-Peng           : Suwanto
o   Kasi  Transtib              : Amrozi
o   Kasi Kesra                   : Moh. Aufal Marom Djauhari
o   Kasun                          : Ahmad Ainut Taufiq Attahtim
  Mitoyo
  Afianto
v  Desa Rengel dibagi  menjadi tiga wilayah dusun (61 RT, dan 10 RW)
o   Dusun Purboyo Mayangsekar
o   Dusun  Rayahu Lerengkuning
o   Dusun Gembong
v  Batas admimnistrasi  Desa Rengel meliputi:
o   Sebelah Utara              : Desa Ngandong Kecamatan Grabagan
o   Sebelah Selatan           : Desa Sawahan / Desa Ngadirejo, Kecamatan Rengel
o   Sebelah Barat              : Desa Sawahan /  Desa Maibit Kecamatan Rengel
o   Sebelah Timur             : Desa Sumberejo Kecamatan Rengel
v  Luas wilayah               : 750.600 Ha
v  Luas lahan sawah tadah hujan                        : 292,492 Ha
v  Luas lahan sawah irigasi teknis           : 0,493 Ha
v  Ketinggian                  : 20 meter dari permukaan air laut.
v  Potensi pertanian         : padi, jagung, ubi kayu dan beberapa jenis komoditas buah-buahan, seperti salak, pisang, mangga, kelapa
v  Jumlah KK                  : 2.402 KK
v  Jumlah Penduduk       : 9.087 jiwa ( 4.752 wanita dan 4.335 laki-laki)




 Desa Rengel, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban
PRIORITASKAN INFRASTRUKTUR, BERHARAP JADI DESA MANDIRI
Berada tepat di jantung Kota Kecamatan Rengel, Desa Rengel menjadi perlintasan jalan utama menuju dan dari pusat Kabupaten Tuban. Tak hanya kondisi alamnya yang eksotis, balutan mistis situs Goa Ngerong dan pembangunan infrastruktur yang optimal menjadikannya sebagai ’jujugan’ mereka yang ingin belajar bagaimana mengelola desa yang baik. Lantas bagaimanakah keberadaannya?


Sejurus mata memandang akan nampak wilayah perbukitan hijau yang asri dengan beberapa lembah yang elok. Tak seperti umumnya wilayah desa, jalan utama desa ini sudah beraspal seperti laiknya kota-kota besar. Desa Rengel, namanya. Satu dari 16 desa di Kecamatan Rengel yang berada di 0 Km selatan Ibu Kota Kecamatan Rengel. Tepatnya 600 meter dari ibu kota Kecamatan Rengel.
Infrastruktur desa yang baik menjadikan jalanan Desa Rengel cukup ramai dilalui kendaraan. Bus dalam dan luar kota, truk-truk besar, berbagai angkutan umum nampak memadati jalan, bahkan hingga hari mulai gelap.
Berdasarkan data administrasinya, Desa dengan luas 750.600 Ha tersebut terbagi dalam tiga dusun yaitu Dusun Purboyo Mayangsekar, Dusun  Rayahu Lerengkuning, dan Dusun Gembong. Dari ketiga dusun tersebut dibagi menjadi 61 RT, dan 10 RW. Dengan jumlah penduduk mencapai 9.087 jiwa ( 4.752 wanita dan 4.335 laki-laki) dan Jumlah Kepala Keluarga (KK) sebanyak 2.402.
Meskipun masyarakat Desa Rengel mayoritas masih bermata pencaharian sebagai petani dan pedagang. Desa Rengel yang notabene-nya berada di kawasan perbukitan kapur juga terbantu di segi perekonomian melalui usaha batu kumbung (bata putih). Selain itu secara umum Kecamatan Rengel juga terkenal akan sentra penghasil sarang burung walet yang berkualitas. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya bangunan tinggi (mirip gedung perkotaan) yang dipakai sebagai sarang burung walet.
Saat ditemui di kediamannya, Mohamad Mokhtar Kades Desa Rengel nampak sangat antusias menjelaskan bagaimana perubahan besar yang telah berhasil dijalankan jajarannya. Hal pokok yang menjadi prioritas dalam kepemimpinannya adalah pembangunan SDM aparatur, fasilitasi administrasi, optimalisasi aset, hingga finalisasi program desa.
Pasar itu sebelum saya menjabat peghasilan tiap bulan 13 juta, sekarang setelah saya menjabat bisa dibilang justru terbalik jadi 31 juta tiap bulan,” ujar Mohamad Mokhtar menjelaskan bahwa pendapatan terbesar desa berasal dari Pasar Desa Rengel.
Sebagaimana dijelaskan pula bahwa sebab pasar Desa Rengel adalah salah satu pasar terbesar dan teramai di Kabupaten Tuban. Didukung pula oleh dua aset desa lain seperti situs Goa Ngerong dan kas desa.
Kesungguhan Mohamad Mokhtar dalam membangun Desa Rengel seolah berbayar dengan berbagai prestasi yang direngkuh oleh Desa Rengel baik di tingkat Kabupaten maupun Provinsi. Beberapa prestasi yang sempat disebutkan seperti juara PAUD tingkat provinsi tahun 2010, juara 1 PKK tingkat Kabupaten Tuban tahyun 2008. Prestasi paling gemilang yang diraih dalam 6 tahun kepemimpinannya yang sedianya akan berakhir pada 8 Agustus 2013 ini adalah Juara I Lomba Desa Kategori Tertib Administrasi Desa tingkat Kabupaten Tuban di tahun 2008.
Prestasi di bidang Administrasi ini menjadikan Desa Rengel kerapkali dijadikan tempat studi banding berbagai daerah. Bukan cuma terkait masalah pengelolaan desa, beberapa desa seperti Situbondo dan Bondowoso juga sempat melakukan studi banding terkait kegiatan PAUD.
”Pernah juga dari Pakajene, Sulawesi selatan, kep. Pakageni. Dari desa-desa wilayah kab banyak, karena sering dikasih informasi Kabupaten, kalau mau lomba desa lihat ke sini,” ujar Kades yang sedianya akan macung untuk kali keduanya ini.

Babat Balai Desa
Sukses yang didulang oleh Desa Rengel dalam bidang Administrasi tidak lepas dari upaya keras para aparatur desa dibawah komando kades yang akrab dipaggil Mokhtar ini. Hal pertama yang digarapnya terkait Sumber Daya Manusia (SDM). Diawal masa kepemimpinan, suami dari Nanik Windaryati ini mendapati banyak dari aparatur desa yang tidak menjalankan kewajiban sebagaimana mestinya.
Risih dengan kenyataan tersebut, Mokhtar yang terkenal ‘kenceng’ dalam memimpin ini menerapkan peraturan ketat kepada seluruh aparatur desa. Sebagai contoh perihal keaktifan, perangkatnya harus berangkat jam 8.00 dan pulang jam 13.00 setiap harinya. Kegiatan seperti apel pagi, meeting, evaluasi kegiatan minggu sebelumnya menjadi agenda rutin setiap Hari Senin.
Sebagai bentuk dukungan dalam pengembangan SDM tersebut Mokhtar juga menupayakan pelengkapan fasilitas administrasi desa. Mulai dari papan pengumuman, komputer, buku-buku data administrasi desa, laporan keuangan, hingga perombakan total bangunan balai desa yang menghabiskan dana sekitar 1,5 milyar rupiah.
Anggran pembangunan tersebut berasal dari aset desa, Pendapatan Asli Desa (PAD), pipanisasi lewat desa, juga swadaya masyarakat. Pembangunan yang memakan waktu 3 tahun tersebut (2009-2012) di desainnya sendiri yang sebelumnya berpengalaman sebagai pemborong. Hasilnya dapat dilihat, bangunan balai desa yang terletak tidak lebih 500 meter dari rumahnya itu berdiri megah bak kantor dinas provinsi.
Langkah selanjutnya adalah pengelolaan aset desa. Total penghasilan yang diperoleh oleh Desa Rengel sedikitnya 500 juta pertahun. Jumlah itulah yang kemudian menjadi dasar untuk membuat RAPBDes.
“RAPBDes ini nanti akan kita buat jadi APBDes. Kalau disini kita buatkan Komisi a, b, c yang terdiri dari BPD dan perangkat desa. jadi membuat RAPBDes itu seperti itu, bukan saya, saya hanya membuat reng-rengan (garis besar, red) saja. Jadi nanti dana segitu itu untuk apa?!” jelas Mokhtar. (hay,uul,eru,yus)

BIODATA
Nama               : Mohamad Mokhtar (52)
TTL                 : Tuban, 14 Juli 1961
Jabatan                        : Kepala Desa (2007-2013)
Alumnus          : STM Negeri Tuban (1980-1981)
No. Kontak     : 08123477377
Istri                  : Nanik Windaryati (46)
Anak               : 1. Rany
             2. Maria Ulfa
                         3. M. Khanza

TIDAK SEPERTI YANG LAIN

Kemampuan Mohamad Mokhtar dalam bidang infrastruktur mungkin tidak perlu diragukan lagi. Pengalamannya sebagai pemborong yang juga memiliki sebuah CV bisa jadi merupakan modal kuat yang dimilikinya. Selain itu dirinya yang juga lulusan Sekolah Teknik Menengah (sekarang SMK, red) dengan peminatan infrastruktur gedung pun menjadi nilai plus yang disandangnya.
 Namun jangan dibayangkan jika Kades kelahiran Tuban, 14 Juli 1961 ini tinggal dirumah mewah dengan desain antik yang bisa jadi dirancangnya sendiri. Alih-alih tinggal di rumah mewah, lelaki paruh baya ini justru nampak bersahaja di rumah sederhananya yang terletak di tepi jalan raya.
Boleh dibilang keadaan tersebut sedikit kontras dengan bangunan balai desa yang dibangunnya dengan megah dan penuh fasilitas. Bahkan sebagaimana diakuinya sembari bercanda, biaya untuk macung dalam pemilihan kades pun ia harus memberanikan diri berhutang.
Semua itu dilakukannya dengan tujuan yang sama yaitu membawa perubahan yang lebih baik bagi desanya. Jika di enam tahun kepemimpinan pertamanya ia telah berhasil membangun total insfrastruktur desa. Pada kepemimpinan yang kedua nanti dirinya bertekad untuk menggarap perekonomian masyarakat.
Kita akan  mencontoh programnya Pakde Karwo, kita langsung pada masyarakat, yang tidak mampu kalau petani kita beri alatnya, yang mau beternak ya kita beri kambing, yang jualan bisa kita fasilitasi tempat atau modal, dan sebagainya,” terang Mokhtar.
Ke depan, dirinya juga berharap dapat memangkas total pergerakan bank thithil dari pasar. Hal ini tentu saja untuk lebih meningkatkan kesejahteraan pedagang, yang pada gilirannya akan berpengaruh besar terhadap perekonomian desa.
“Kita tidak sama dengan yang lainnya, biasanya kalau rumahnya bagus, balai desanya lumuten, nek di sini kebalik. Pokoknya apapun programnya semua tetap akan dikembalikan pada masyarakat,” ujarnya penuh arti. (hay,uul,eru,yus)

 GOA NGERONG
Hikayat Ikan Palung dan Kura-kura Putih
Senja mulai temaram ketika serpihan siluet merah menyapu rata kanvas langit. langit yang gelap menjadi hiruk pikuk oleh ribuan atau bisa jadi jutaan kelelawar bergerilya keluar dari sarangnya. Goa Ngerong, begitulah nama sarang dari hewan yang ber’hibernasi’ sepanjang siang ini.
Eksotika Goa denga tiket masuk sebesar 3000 rupiah tersebut tak hanya pada jutaan kelelawar yang saling bergantungan di dinding goa pada siang hari. Jutaan ikan yang hilir mudik di sumber mata air yang mengalir dari dalam goa juga tak kalah mengagumkan.
“Selain kelelawar, dan ikan yang jumlahnya jutaan, yang terkenal dari Goa Ngerong juga kura-kura putih yang biasa kita sebut Bulus,” terang Mokhtar sembari menuntun rombongan Derap Desa memasuki Situs Goa Ngerong yang hanya berjarak beberapa  langkah sebelah barat rumahnya.
Sebagaimana dikisahkan oleh Mokhtar, Goa Ngerong memiliki banyak sekali keunikan. Disamping banyaknya satwa yang menghuni goa tersebut. Bentuknya yang memanjang dan mengeluarkan air konon juga tidak memiliki tembusan (Jawa : ‘Ngerong’)

Diantara mitos yang berkembang mengenai asal muasal Goa Ngerong berikut namanya tidak lepas dari kondisi alam Tuban dahulu yang konon mengalami kesulitan air. Seorang sakti yang menurut Mokhtar berjuluk Kyai Jalak Tapa yang disebagian kisah dikatakan sebagai Sunan Bonang menancapkan tongkatnya ke tanah. Dari bekas tancapan tongkat Sunan Bonang itulah akhirnya muncul air yang terus mengalir hingga membentuk sendang.
Cerita lain yang berkembang seputar Goa Ngerong di mulai dari cikal bakal terbentuknya Kadipaten Tuban di masa kerajaan. Dari kepahlawanan tokoh Kembangjoyo yang sakti mandraguna hingga cerita tentang kecantikan Putri Ngerong yang elok rupawan.
Dikisahkan sang putri konon bertapa di dalam Goa Ngerong hingga lampus (raganya menghilang). Beberapa mitos menyebutkan bahwa sang putri masih kerap terdengar suaranya dan muncul di tengah kesibukan orang nyekar. Sang putri tersebut digambarkan mengenakan kebaya dengan selendang di bahunya sambil membawa tas belanjaan khas orang dusun. Ikan dan kura-kura yang berjumlah ribuan pun dipercayai merupakan jelmaan bidadari dan Senopati Kerajaan Gumenggeng yang dikutuk Dewa karena membuat kesalahan.

Salah satu cerita mistis lagi yang dipercaya warga yaitu apabila ada pengunjung yang datang kemudian pulang membawa ikan tawes atau kura-kura yang berasal dari sumber air di dalam goa maka akan mendapatkan sial atau bahasa Jawanya "ciloko".
Berbagai mitos yang berkembang terlepas adanya nilai kebenaran, justru menjadi semacam kearifan local yang membantu gua dan hewan-hewannya tetap lestari sampai saat ini. Kelelawar, Ikan, Bulus (kura-kura putih) dengan diameter kurang lebih 1 meter, juga ikan tanpa mata (buta) khas hewan gua, yang mulai didapati di kedalaman 1000 meter.
“Sebenarnya ada dua primadona-nya di situ. Bulus kayak kura-kura yang cangkangnya halus, yang satu ikan palung, tapi sekarang palung habis. Ikan palung, kepalanya kayak kutuk (sejenis ikan rawa), tapi buntute (ekor, red) kayak bader, besar ikannya, makannya ikan. tapi gak tau sekarang kok habis,” kisah Mokhtar.
Seperti yang dikisahkan oleh Mokhtar jenis ikan Palung telah lama punah dan tinggal jenis ikan bader dan lele yang banyak ditemui. Namun keberadaan kedua jenis hewan primadona tersebut menjadi salah satu ikon yang akan menyambut para pengunjung ketika hendak memasuki situs Goa Ngerong. Di dinding pintu masuk terdapat replika Bulus, Ikan Palung dan di sudut kiri terdapat pula penggambaran ikan tanpa daging, yang lagi-lagi konon masih kerap menampakkan diri. (hay,uul,eru,yus)

Sabtu, 05 Oktober 2013

LEBAH YANG BIJAKSANA

Di sebuah hutan, hidup berbagai hewan. Mereka tinggal sebagaimana layaknya siklus kehidupan. Ada yang saling menolong, ada yang saling memangsa. Semua dilakukan karena itulah pola kehidupan, sehingga kehidupan terus bergulir dan menciptakan keharmonisan.
Tinggallah sekelompok lebah di sebuah pohon tua. Lebah terkenal sebagai makhluk yang giat bekerja. Mereka membentuk koloni-koloni untuk mengumpulkan serbuk bunga dan menjadikannya jelly dan madu untuk menghidupi sang ratu dan cadangan makanan bagi bayi-bayi lebah.
Suatu waktu, seekor lebah pekerja bertemu dengan seekor burung elang yang sedang mencari makan untuk anak-anaknya yang baru menetas.
“Hai lebah kecil, sedang apa kau di pinggir hutan?” tanya sang elang.
“Aku sedang mencari serbuk bunga dan menghisap madu, persediaan madu kami hampir habis,” ujar sang lebah pekerja.
Sang elang terbahak-bahak dengan suara sombong, “Sudahlah, kenapa harus capek-capek bekerja dengan tubuhmu yang kecil itu. Apa kau tidak sayang dengan tubuhmu? Kalian para lebah tidak seperti kami. Elang adalah makhluk yang kuat dan tangguh walaupun hidup seorang diri,”

Mendengar hal itu, sang lebah pekerja tersenyum, “Justru karena tubuh kami kecil, kami harus hidup bersama lebah yang lain untuk saling bekerja sama. Kami jadi mengerti arti sebuah kerja sama, dan kami bersyukur,”
Sang elang tidak mau kalah, “Lalu kenapa kamu mau menjadi lebah pekerja? Kenapa kamu tidak hidup sendiri saja. Ratumu pasti malas dan hanya diam di sarang, disuapi setiap saat oleh lebah pekerja, bukankah itu tidak adil? Kami para elang selalu mandiri dan mencari makan untuk diri kami sendiri, tidak pernah menyusahkan elang lain,”
Sang lebah kembali tersenyum, “Kami para lebah pekerja tidak pernah merasa kesusahan atau dimanfaatkan. Kami ikhlas bekerja untuk ratu kami dan para pejantan. Mungkin mereka terlihat malas, tetapi tanggung jawab untuk meneruskan keturunan para lebah ada di tangan mereka, itu adalah tanggung jawab yang berat,” ujar sang lebah bijaksana. “Kami percaya bahwa Tuhan itu adil, Dia menciptakan kami dengan sistem seperti ini pasti ada manfaatnya. Dan Tuhan menciptakan elang yang mandiri juga pasti ada manfaatnya. Benar kan?”
 ***
Pernahkah terpikir bagaimana jika seluruh manusia yang ada di dunia ini sama? Jawabannya sudah pasti menjemukan. Hidup indah karena ada begitu banyak karakter yang saling mengisi. Seperti pelangi yang takkan indah jika hanya terdiri dari satu warna. Perbedaan itu indah jika kita sadari.
Tuhan menciptakan makhluknya berbeda-beda. Semua dengan tugas, kelebihan dan kekurangan yang berbeda. Karena itu, jangan membuat sebuah perbedaan sebagai faktor untuk menyombongkan diri atau tidak mau menerima makhluk yang lain. Jadilah makhluk yang berguna untuk diri sendiri dan orang lain.

Terkadang berbeda bukan berarti terpisah, tapi agar bisa berpikir dan bekerja bersama.-Anonim

Sabtu, 28 September 2013

"Aku mendengar dan merasakan bebanmu, Ayah."

Suatu ketika, ada seorang anak perempuan yang bertanya kepada ayahnya, tatkala tanpa sengaja dia melihat ayahnya sedang mengusap wajahnya yang mulai keriput dengan badan yang terbongkok-bongkok, disertai suara batuk-batuknya.
Anak perempuannya itu bertanya pada ayahnya : "Ayah, mengapa wajah ayah kian berkerut-kerut dan berkedut-kedut. Badan ayah yang kian hari kian membongkok ?" Demikian pertanyaannya.
Ayahnya menjawab : "Sebab ayah lelaki." Itulah jawaban ayahnya. Anaknya itu tergamam : "Saya tidak mengerti." Dengan berkerut mendengar jawaban dari ayahnya.
Ayahnya hanya tersenyum, lalu dibelainya rambut anak perempuannya itu, menepuk-nepuk bahunya, kemudian ayahnya berkata : "Anakku, kamu memang belum mengerti tentang lelaki." Demikian bisik ayahnya, yang membuat anak gadisnya bertambah kebingungan.
Karena perasaan ingin tahu , kemudian anaknya itu menghampiri Ibunya lalu bertanya kepada Ibunya : "Ibu, mengapa wajah ayah semakin hari semakin berkerut dan berkedut? Dan badannya kian hari kian membongkok? Ayah tidak mengeluh pun dengan keadaannya yang membongkok itu.
Ibunya menjawab : "Anakku, jika seorang lelaki yang benar-benar bertanggung-jawab terhadap keluarga memang akan jadi begitu ." Hanya itu jawaban si ibu.
Anak perempuannya itu pun beranjak dewasa, tetapi dia tetap saja tak mengerti, mengapa wajah ayahnya yang tadinya tampan menjadi berkerut-kerut dan badannya menjadi bongkok ?
Hingga pada suatu malam, dia bermimpi. Di dalam mimpi itu seolah-olah dia mendengar suara yang sangat lembut, namun jelas sekali. Dan kata-kata yang terdengar dengan jelas itu ternyata suatu kalimat sebagai jawaban atas pertanyaannya selama ini.
"Saat Kuciptakan lelaki, aku menjadikannya sebagai pemimpin keluarga serta sebagai tulang belakang dari bangunan keluarga, dia senantiasa akan berusaha untuk menahan setiap hujungnya, agar keluarganya merasa aman, teduh dan dilindungi."
"Kuciptakan bahunya yang kekar dan berotot untuk membanting tulang menghidupi seluruh keluarganya dan kegagahannya harus cukup kuat pula untuk melindungi seluruh keluarganya."
"Kuberikan kodrat kepadanya agar selalu berusaha mencari sesuap nasi yang berasal dari titis keringatnya sendiri yang halal dan bersih, agar keluarganya tidak kelaparan, walaupun seringkali dia mendapat cercaan dari anak-anaknya."
"Kuberikan keperkasaan dan mental yang teguh yang akan membuat dirinya pantang menyerah, demi keluarganya dia merelakan kulitnya tersengat panasnya matahari, demi keluarganya dia merelakan badannya basah kuyup kedinginan karena tersiram hujan dan dihembus angin, dia relakan tenaga perkasanya demi keluarganya, dan yang selalu dia ingat, adalah disaat semua orang menanti kedatangannya dengan mengharapkan hasil dari jerih payahnya."
"Kuberikan kesabaran dan ketekunan yang akan membuat dirinya sentiasa berusaha membimbing keluarganya tanpa adanya keluh kesah, walaupun disetiap perjalanan hidupnya keletihan dan kesakitan kerapkali menyerangnya."
"Kuberikan perasaan keras dan gigih untuk berusaha berjuang demi mencintai dan mengasihi keluarganya, didalam keadaan dan situasi apapun juga, walaupun anak-anaknya selalu melukai perasaannya, melukai hatinya. Padahal perasaannya itu pula yang telah memberikan perlindungan rasa aman pada saat dimana anak-anaknya tertidur lelap. Serta sentuhan perasaannya itulah yang memberikan kekuatan apabila dia sedang menepuk-nepuk bahu anak-anaknya agar selalu saling menyayangi dan saling mengasihi sesama saudara.
"Kuberikan kebijaksanaan dan kemampuan padanya untuk memberikan pengertian dan kesadaran terhadap anak-anaknya tentang perlunya menuntut ilmu untuk bekalan masa hadapan, walaupun seringkali ditentang oleh anak-anaknya."
"Kuberikan kebijaksanaan dan kemampuan padanya untuk memberikan pengetahuan dan menyadarkan, bahawa Isteri yang baik adalah Isteri yang setia terhadap suaminya, Isteri yang baik adalah Isteri yang senantiasa menemani, dan bersama-sama menghadapi perjalanan hidup baik suka maupun duka, walaupun seringkali kebijaksanaannya itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada Isteri, agar tetap berdiri, bertahan, sejajar dan saling melengkapi serta saling menyayangi."
"Kuberikan kerutan diwajahnya agar menjadi bukti, bahawa Laki-laki itu senantiasa berusaha sekuat daya pikirnya untuk mencari dan menemukan cara agar keluarganya bisa hidup didalam keluarga sakinah dan badannya yang terbongouk-bongkok agar dapat membuktikan, bahwa sebagai Laki-laki yang bertanggung jawab terhadap seluruh keluarganya, senantiasa berusaha mencurahkan sekuat tenaga serta segenap perasaannya, kekuatannya, demi kelangsungan hidup keluarganya."
"Kuberikan kepada lelaki tanggungjawab penuh sebagai pemimpin keluarga, sebagai tiang belakang, agar dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya. Dan hanya inilah kelebihan yang dimiliki oleh lelaki, walaupun sebenarnya tanggungjawab ini adalah amanah di dunia dan akhirat."
Terbangun anak perempuannya itu, dan segera dia berlari, bersuci, berwudhu dan melakukan solat malam hingga menjelang subuh. Setelah itu dia hampiri bilik ayahnya yang sedang berzikir, ketika ayahnya berdiri anaknya itu mencium tangan ayahnya.
"Aku mendengar dan merasakan bebanmu, Ayah."

CINTA SUAMI

Usianya sudah tidak terbilang muda lagi, 60 tahun. Orang bilang sudah senja bahkan sudah mendekati malam, tapi dia masih bersemangat merawat istrinya yang sedang sakit. Mereka menikah sudah lebih 32 tahun. Dikaruniai 4 orang anak.
Dari isinilah awal cobaan itu menerpa, saat istrinya melahirkan anak yang keempat. tiba-tiba kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan. Hal itu terjadi selama 2 tahun, menginjak tahun ketiga seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang, lidahnya pun sudah tidak bisa digerakkan lagi.

Setiap hari sebelum berangkat kerja Sang suami sendirian memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi dan mengangkat istrinya ke tempat tidur. Dia letakkan istrinya di depan TV agar istrinya tidak merasa kesepian. Walau istrinya sudah tidak dapat bicara tapi selalu terlihat senyum.
Untunglah tempat berkantor Sang suami tidak terlalu jauh dari kediamannya, sehingga siang hari dapat pulang untuk menyuapi istrinya makan siang. Sorenya adalah jadwal memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa saja yg dia alami seharian. Walaupun istrinya hanya bisa menanggapi lewat tatapan matanya, namun begitu bagi Sang suami sudah cukup menyenangkan. Bahkan terkadang diselingi dengan menggoda istrinya setiap berangkat tidur.
Rutinitas ini dilakukan Sang suami lebih kurang 25 tahun. Dengan penuh kesabaran dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke 4 buah hati mereka. Sekarang anak- anak mereka sudah dewasa, tinggal si bungsu yg masih kuliah.
Pada suatu hai, saat seluruh anaknya berkumpul di rumah menjenguk ibunya –karena setelah anak-anak mereka menikah dan tinggal bersama keluarga masing-masing– Sang suami memutuskan dirinyalah yang merawat ibu mereka karena yang dia inginkan hanya satu ‘agar semua anaknya dapat berhasil’.
Dengan kalimat yang cukup hati-hati, anak yang sulung berkata: “Pak kami ingin sekali merawat ibu, semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak……bahkan bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu.”Sambil air mata si sulung berlinang. “Sudah keempat kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi, kami rasa ibupun akan mengijinkannya, kapan bapak menikmati masa tua bapak, dengan berkorban seperti ini, kami sudah tidak tega melihat bapak, kami janji akan merawat ibu sebaik-baik secara bergantian”. Si Sulung melanjutkan permohonannya.
”Anak-anakku…Jikalau perkawinan dan hidup di dunia ini hanya untuk nafsu, mungkin bapak akan menikah lagi, tapi ketahuilah dengan adanya ibu kalian di sampingku itu sudah lebih dari cukup,dia telah melahirkan kalian….*sejenak kerongkongannya tersekat*… kalian yang selalu kurindukan hadir di dunia ini dengan penuh cinta yang tidak satupun dapat dihargai dengan apapun.
Coba kalian tanya ibumu apakah dia menginginkan keadaanya seperti ini?? Kalian menginginkan bapak bahagia, apakah batin bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaanya seperti sekarang, kalian menginginkan bapak yang masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain, bagaimana dengan ibumu yang masih sakit.” Sang suami menjawab hal yang sama sekali tidak diduga anak-anaknya
Sejenak meledaklah tangis anak-anak lekaki tua tersebut, merekapun melihat butiran-butiran kecil jatuh di pelupuk mata sang istri, dengan pilu ditatapnya mata suami yang sangat dicintainya itu.

 “Jika manusia di dunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam perkawinannya, tetapi tidak mau memberi waktu, tenaga, pikiran, perhatian itu adalah kesia-siaan. Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya, dan sewaktu dia sehat diapun dengan sabar merawat saya, mencintai saya dengan hati dan batinnya bukan dengan mata, dan dia memberi saya 4 anak yang lucu-lucu. Sekarang saat dia sakit karena berkorban untuk cinta kami bersama, dan itu merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintainya apa adanya. Sehatpun belum tentu saya mencari penggantinya apalagi dia sakit…”

HATI SANG AYAH

Coba sejenak kau lihat raut keletihan di wajah ayahmu. lihatlah helai rambut yang memutih di kepalanya dan kau akan melihat betapa ayahmu telah bekerja membanting tulang dan menguras keringat demi membesarkan, merawat, menyayangi dan menjagamu. dan dibalik ketidaknyamananmu, ada sebuah cinta yang selalu menjadi pelindungmu. 
Coba kau katakan sekali saja, ”Aku sayang sama ayah” , maka kau akan melihat guratan senyum kebahagiaan dari raut bibirnya yang mungkin tidak pernah kau lihat sebelumnya. Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya, akan sering merasa kangen sekali dengan ibunya. lalu bagaimana dengan ayah? 
Mungkin karena ibu lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata ayah-lah yang mengingatkan ibu untuk menelponmu?
Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, ibu-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang ayah bekerja dan dengan wajah lelah ayah selalu menanyakan pada ibu tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?
Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil. ayah biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda. dan setelah ayah mengganggapmu bisa, ayah akan melepaskan roda bantu di sepedamu… kemudian ibu bilang : “ jangan dulu ayah, jangan dilepas dulu roda bantunya ” , ibu takut putri manisnya terjatuh lalu terluka. tapi sadarkah kamu? bahwa ayah dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya pasti bisa.
Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, ibu menatapmu iba. tetapi ayah akan mengatakan dengan tegas : “boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang” tahukah kamu, ayah melakukan itu karena ayah tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?
Saat kamu sakit pilek, ayah yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata : “sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!”. berbeda dengan ibu yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut. ketahuilah, saat itu ayah benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.
Ketika kamu sudah beranjak remaja. kamu mulai menuntut pada ayah untuk dapat izin keluar malam, dan ayah bersikap tegas dan mengatakan: “ tidak boleh !”. tahukah kamu, bahwa ayah melakukan itu untuk menjagamu ? karena bagi ayah, kamu adalah sesuatu yang sangat – sangat luar biasa berharga. setelah itu kamu marah pada ayah, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu. dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah ibu.
Tahukah kamu, bahwa saat itu ayah memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya, bahwa ayah sangat ingin mengikuti keinginanmu, tapi lagi-lagi dia harus menjagamu?
Ketika seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, ayah akan memasang wajah paling cool sedunia. ayah sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu. sadarkah kamu, kalau hati ayah merasa cemburu?
Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan ayah melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya. maka yang dilakukan ayah adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir. dan setelah perasaan khawatir itu berlarut-larut. ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati ayah akan mengeras dan ayah memarahimu. sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti ayah akan segera datang? “bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan ayah.”
Setelah lulus sma, ayah akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang dokter atau insinyur. ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan ayah itu semata-mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti. tapi toh ayah tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan ayah.
Ketika kamu menjadi gadis dewasa. dan kamu harus pergi kuliah dikota lain. ayah harus melepasmu di bandara. tahukah kamu bahwa badan ayah terasa kaku untuk memelukmu ? ayah hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini-itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. padahal ayah ingin sekali menangis seperti ibu dan memelukmu erat-erat.
Yang ayah lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata “Jaga dirimu baik-baik ya sayang”. ayah melakukan itu semua agar kamu kuat…. kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.
Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah ayah. ayah pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain. ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan ayah tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan. kata-kata yang keluar dari mulut ayah adalah : “Tidak…. Tidak bis !” padahal dalam batin ayah, ia sangat ingin mengatakan “Iya sayang, nanti ayah belikan untukmu”. Tahukah kamu bahwa pada saat itu ayah merasa gagal membuat anaknya tersenyum?
Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana. ayah adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu. ayah akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang.
Sampai saat seorang teman lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada ayah untuk mengambilmu darinya. ayah akan sangat berhati-hati memberikan izin.. karena ayah tahu. bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.
Dan akhirnya…. saat ayah melihatmu duduk di panggung pelaminan bersama seseorang lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, ayah pun tersenyum bahagia. apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu ayah pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis ? ayah menangis karena ayah sangat berbahagia, kemudian ayah berdoa.
Dalam lirih doanya kepada tuhan, ayah berkata : “ Ya Tuhan tugasku telah selesai dengan baik…. putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik…. bahagiakanlah ia bersama suaminya…”
Setelah itu ayah hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk. dengan rambut yang telah dan semakin memutih. dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya. ayah telah menyelesaikan tugasnya. “Ayah, ayah, bapak kita… adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat. bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis… dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. . dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa ‘kamu bisa’ dalam segala hal.. semoga semua ayah di dunia selalu berbahagia.